Magozai 750 ml
Informasi
Magozai adalah antioksidan dari bahan alam dan kuat yang berasal dari 3 buah utama, yaitu kulit manggis, buah goji, dan buah açai yang dikombinasikan dengan formula lainnya, yaitu wortel, cranberry, beetroot, dan buah anggur.
Formula Magozai sendiri berada di bawah lisensi Mega Antioxidant Australia dan diciptakan oleh Prof. Dr. Theo Setijadi, seorang pakar nutrisi dan herbal Indonesia bergelar doktor dari Universitas Marburg, Jerman
Magozai telah melalui rangkaian uji klinis di Brunswick Laboratories, Amerika Serikat, sebuah laboratorium internasional untuk pengujian kadar antioksidan.
Baik dikonsumsi dalam keadaan sehat maupun masa penyembuhan.
Bahan-bahan 100% alam sehingga relatif aman dikonsumsi setiap hari dalam jangka panjang.
Menggunakan gula fruktosa dari buah asli sehingga relatif aman dikonsumsi penderita diabetes.
Magozai dapat digunakan sebagai terapi pendamping penyakit degeneratif yang serius.
Berikut manfaat dari komposisi utama Magozai:
Kulit Manggis 2,3 gr
Melindungi sel dan memperbaiki sel tubuh yang rusak
Membantu mengurangi risiko penyakit degeneratif seperti tumor & kanker,
Anti-mikroba
Membantu mengurangi risiko terjadinya infeksi juga anti peradangan
Goji Berry 15 gr
Menurunkan risiko penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis)
Membantu memperbaiki fungsi syaraf
Membantu menjaga kesehatan pasien tumor dan kanker
Açai Berry 4,15 gr
Antioksidan
Imunitas (daya tahan) tubuh
Menurunkan lemak dan kolesterol jahat yang memicu aterosklerosis
Wortel 7,5 gr
Kaya akan kandungan antioksidan karotenoid
Baik untuk kesehatan mata
Prof. DR. Theodorus Setijadi Formulator MAGOZAI Pakar Nutrisi dan Herbal Spesialisasi Ekstrak Tanaman Indonesia. Lulusan Farmasi Universitas Indonesia tahun 1975. Meraih gelar Doktor di Marburg University–Jerman tahun 1981.
Dosis dan Saran Penggunaan :
Gejala penyakit degeneratif: 3 x sehari 4 sloki
Masa penyembuhan: 2 x Sehari 4 sloki
Untuk menjaga kesehatan: 1 x sehari 4 sloki
Kemasan: 375 ml & 750 ml
Jurnal Ilmiah:
[1]. Uusitupa, M. I. “Fructose in The Diabetic Diet.” The American Journal of Clinical Nutrition, vol. 59, no. 3 Suppl., 1994, pp. 753S-757S, https://doi.org/10.1093/ajcn/59.3.753s.
[2]. The University of North Dakota, “Antioxidants.” Fact sheet. 2010.; Benjamin Caballero, PhD., Antioxidant Nutrients, John Hopkins Bloomberg School of Public Health, 2009.; Hall, John. “Volume Paru.” Guyton dan Hall Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 9th ed. EGC, 1996, pp. 604.
[3]. Birben, Esra et al. “Oxidative Stress and Antioxidant Defense.” The World Allergy Organization Journal, vol. 5, no. 1, 2012, pp. 9-19, https://doi.org/10.1097/ WOX.0b013e3182439613.
[4]. The University of North Dakota, “Antioxidants.” Fact sheet. 2010.; Benjamin Caballero, PhD., Antioxidant Nutrients, John Hopkins Bloomberg School of Public Health, 2009.; Hall, John. “Volume Paru.” Guyton dan Hall Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 9th ed. EGC, 1996, pp. 604
